<?xml version="1.0" encoding="ISO-8859-1" ?>
<rss version="0.91">
  <channel>
    <title>kotakjimpe</title>
    <link>http://kotakjimpe.blogdrive.com/</link>
    <description>[jimpebox]</description>
    <lastBuildDate>Fri, 20 Jun 2008 01:00:01 PDT</lastBuildDate>
    <generator>http://www.blogdrive.com</generator>
    <copyright>Copyright 2008.</copyright>
    <item>
      <title>Bahaya Laten Malam Pengantin</title>
      <link>http://kotakjimpe.blogdrive.com/archive/90.html</link>
      <pubDate>Thu, 19 Jun 2008 17:59:44 GMT</pubDate>
      <description>telah terbit Bahaya Laten Malam Pengantin [kumpulan sajak Aslan Abidin, Ininnawa Juni 2008]. keterangan selanjutnya dapat Anda lihat di  S I N I ... </description>
      <comments>http://kotakjimpe.blogdrive.com/comments?id=90</comments>
    </item>
    <item>
      <title>Indonesia Sepanjang 180 Kilometer</title>
      <link>http://kotakjimpe.blogdrive.com/archive/89.html</link>
      <pubDate>Fri, 13 Jun 2008 19:32:06 GMT</pubDate>
      <description>Tak perlu menonton televisi untuk tahu perkembangan yang terjadi di Indonesia. Cukup mendengar perbincangan antara penumpang di angkutan. Dari sana kita akan dengar ragam tanggap dan aneka cakap berbagai soal yang ada di Indonesia. Masalah negara kita pun akan terlihat jelas dari atas kendaraan tatkala melintasi daerah dan pelosok.
selanjutnya, baca di sini ... 

</description>
      <comments>http://kotakjimpe.blogdrive.com/comments?id=89</comments>
    </item>
    <item>
      <title>Aslan, Pattorani dalam Laut Sastra Indonesia</title>
      <link>http://kotakjimpe.blogdrive.com/archive/88.html</link>
      <pubDate>Mon, 26 May 2008 18:31:44 GMT</pubDate>
      <description>INILAH lipatan-lipatan sajak Aslan Abidin yang pertama. Sekumpul sajak yang oleh beberapa di antara sidang pembaca, mungkin, amat ’genit’. Pembedaharaan kata rasa genit bisa dinikmati di setumpuk sajak yang ditulisnya mulai 1993 dalam buku ini. Tapi benarkah Aslan genit?
Sepintas rasanya memang demikian. Tapi bagi Penerbit, sajak Aslan Abidin adalah benda penting dalam kehidupan kebudayaan Sulawesi Selatan. Pilihan Aslan untuk memasukkan seperangkat instrumen tubuh ke dalam larik sajaknya adalah pilihan yang tepat—setidaknya untuk kondisi Sulawesi Selatan.
Aslan sendiri dalam beberapa... (more)</description>
      <comments>http://kotakjimpe.blogdrive.com/comments?id=88</comments>
    </item>
    <item>
      <title>Selamat Ulang Tahun, Om Jabo</title>
      <link>http://kotakjimpe.blogdrive.com/archive/87.html</link>
      <pubDate>Sun, 04 May 2008 08:17:36 GMT</pubDate>
      <description>Iseng-iseng, sambil ngetik-ngetik, kuputar album Kantata Taqwa. Wah, rupanya lagu mereka masih bertenaga. Tapi tiba-tiba saya kok kangen sama Sawung Jabo. Apa kabar dia? Maka kutanyalah 'paman' yang agak maha tahu banyak hal di dunia, Om Google.

Hanya sedikit info tentang Sawung di internet. Terhitung hanya 5 halaman situs yang menyenggol namanya, termasuk www.imdb.com, yang menangkap namanya lantaran bermain di satu film asing, Lucky Miles.

Cari terus, cari cari cari, klik sini klik sana. Ini? Bukan! Yang itu? Ah bukan juga. Terus cari cari cari ... cari cari cari ... Nah! Sampai ketemu... (more)</description>
      <comments>http://kotakjimpe.blogdrive.com/comments?id=87</comments>
    </item>
    <item>
      <title>90 Menit dalam Buaian Jemari Wyneke dan Leo</title>
      <link>http://kotakjimpe.blogdrive.com/archive/86.html</link>
      <pubDate>Thu, 17 Apr 2008 15:49:09 GMT</pubDate>
      <description>SEKITAR 1764-1765, Johann Georg Leopold Mozart yang sadar akan bakat anaknya, Wolfgang Amadeus Mozart, membawa si kecil Mozart berkeliling dan mengenalkannya pada raja-raja Eropa. Anak yang kelak jadi salah seorang komponis terpenting dalam sejarah itu kemudian bertemu dengan Johann Christian Bach, putra J Sebastian Bach, di London. Di ibukota Kerajaan Inggris itulah, di atas pangkuan Bach junior, Mozart memainkan sonata ciptaannya.

Permainan apik serupa kemudian dihadirkan pula di Societeit de Harmonie, Makassar 15 April. Namun duo piano keren kali ini dimainkan oleh dwi pianis... (more)</description>
      <comments>http://kotakjimpe.blogdrive.com/comments?id=86</comments>
    </item>
    <item>
      <title>Kampanye &quot;Tawuran&quot; Penulis Makassar</title>
      <link>http://kotakjimpe.blogdrive.com/archive/85.html</link>
      <pubDate>Sat, 29 Mar 2008 10:06:47 GMT</pubDate>
      <description>SEBUAH inisiatif bernama Sastra dari Makassar diusung oleh Panyingkul!, Kafe Baca Biblioholic, Penerbit Nala Cipta Litera, dan Forum Tendakata. Kampanye pertamanya berwujud peluncuran dua buku sastra Makkunrai dan 10 Kisah Perempuan Lainnya karya Lily Yulianti Farid dan Aku Hendak Pindah Rumah kumpulan puisi M Aan Mansyur.
Seperti yang diperkirakan, tak akan ramai diskusi dua buku itu di Universitas Hasanuddin. Acara gagasan para punggawa media kampus Identitas itu awalnya hanya dihadiri oleh para awak media berkala itu sendiri. Jumlah peserta baru bertambah setelah beberapa orang yang... (more)</description>
      <comments>http://kotakjimpe.blogdrive.com/comments?id=85</comments>
    </item>
    <item>
      <title>Cerobong Firman Djamil</title>
      <link>http://kotakjimpe.blogdrive.com/archive/84.html</link>
      <pubDate>Fri, 14 Mar 2008 17:45:32 GMT</pubDate>
      <description>BERBEKAL karya yang dijuduli Zero Flue = Zero Chimney, Firman Djamil, berencana hadir dalam festival seni instalasi lingkungan hidup yang bertema “Focus on Global Warming” di Guandu Nature Park, Taiwan, April 2008 mendatang.

CEROBONG yang berbahan baku bambu itu tegak berdiri. Jerami dan biji jagung dihampar di bawah cerobong. Taburan biji jagung ini akan mengundang ribuan burung yang hidup di Guando Nature Park, yang dikenal sebagai situs migrasi 229 jenis burung. 
Guandu Nature Park memiliki luas 57 hektar itu berada di bagian utara Taiwan, tepat di pertemuan Sungai Danshui dan Sungai... (more)</description>
      <comments>http://kotakjimpe.blogdrive.com/comments?id=84</comments>
    </item>
    <item>
      <title>.....................</title>
      <link>http://kotakjimpe.blogdrive.com/archive/83.html</link>
      <pubDate>Sun, 03 Feb 2008 13:29:16 GMT</pubDate>
      <description>Beberapa hari lalu, saya sempat ikut diskusi pendidikan alternatif, sebagai rangkaian acaranya peluncuran buku bukunya Butet. Selain Butet, narasumber lain yang sedianya hadir adalah Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar. Sayangnya, di pagi hari H, sang kadis mengurung niat hadir. Padahal acara itu siap dilaksanakan pada pukul 14.00 wita. Menurut istrinya, berdasarkan obrolan via telepon dengan salah seorang panitia, suaminya mendadak harus ke Jakarta. Entah urusan apa, si panitia tidak tahu.

Sebelumnya, dalam sepekan menjelang acara diskusi buku Butet, panitia mencoba meminjam dua gedung... (more)</description>
      <comments>http://kotakjimpe.blogdrive.com/comments?id=83</comments>
    </item>
    <item>
      <title>Narasi Orang Biasa di Tengah Gejolak DI/TII</title>
      <link>http://kotakjimpe.blogdrive.com/archive/82.html</link>
      <pubDate>Sun, 23 Dec 2007 05:15:11 GMT</pubDate>
      <description>Gerakan DI/TII di Sulawesi Selatan adalah sebuah perlawanan yang menjadi cerita sendiri di kalangan masyarakat Sulawesi Selatan. Yang paling sering dibicarakan adalah sosok panglimanya, Kahar Muzakkar. Keberadaan lelaki besar itu yang hingga kini terus diperdebatkan, benarkah masih hidup atau mati tertembak peluru Kopral II Sadeh, anggota Batalyon Kujang 330/Siliwangi, dalam sebuah pengepungan di sekitar Sungai Lasolo, Sulawesi Tenggara?

Di kalangan awam, beberapa masih mengaku bahwa pernah sempat bertemu dengan lelaki tinggi besar itu di sebuah tempat yang, meskipun, tak mau disebut. Bila... (more)</description>
      <comments>http://kotakjimpe.blogdrive.com/comments?id=82</comments>
    </item>
    <item>
      <title>Siswa SMPN 24 Makassar 'Menyulap' Sampah</title>
      <link>http://kotakjimpe.blogdrive.com/archive/81.html</link>
      <pubDate>Sat, 08 Dec 2007 19:13:34 GMT</pubDate>
      <description>Banyak cara mengubah sampah menjadi barang berharga. Bagi pelajar Kelas II SMP Negeri 24 Makassar, sampah disulap jadi karya seni. Di bawah bimbingan perupa Firman Djamil, mereka kumpulkan kain buangan penjahit yang ada di sekitar mereka. Hasilnya? Tidak kurang seratus lukisan kain perca mereka rampungkan. Ini sebuah tawaran metode pendidikan lingkungan hidup yang dapat direkomendasikan bagi kalangan pendidik. Bisa pula menjadi protes halus mereka terhadap pengelolaan sampah selama ini di Makassar.

”Lihat warnanya!”
”Iya, khas anak-anak.”
Yang tengah dibincangkan dua lelaki dewasa pada siang... (more)</description>
      <comments>http://kotakjimpe.blogdrive.com/comments?id=81</comments>
    </item>
  </channel>
</rss>
