Entry: Tentang Seorang Penari dari Galeano Tuesday, September 25, 2007



1916: Buenos Aires
Isadora
Dengan bertelanjang kaki, bugil, dengan hanya ditutupi secuil kain bendera Argentina, Isadora Duncan menari diiringi lagu kebangsaan di sebuah kafe mahasiswa di Buenos Aires. Keesokan harinya seluruh dunia tahu perihal kejadian tersebut. Produser sebuah acara seni memutuskan kontraknya, keluarga-keluarga baik mengurungkan reservasi mereka di Colon Theater, sementara kalangan wartawan mendesak agar perempuan dari Amerika Utara itu segera diusir karena tindakan yang dianggap menodai lambang nasional Argentina itu.
Isadora tak mengerti mengapa reaksi sebegitu keras terjadi. Tak ada protes dari orang Prancis ketika ia melakukan hal yang nyaris serupa, menari dan bertelanjang dengan hanya mengenakan syal, dengan iringan lagu Marsellaise. Jika seseorang bisa menarikan emosi, jika seseorang bisa menarikan sebuah ide, mengapa tidak dengan lagu kebangsaaan?
Kebebasanlah yang salah. Perempuan dengan mata bersinar indah itu dinyatakan sebagai musuh sekolah, perkawinan, tarian klasik, dan apapun yang berbentuk pengekangan. Dia menari untuk memeroleh kegembiraan dalam laku menari itu sendiri; ia bergerak apa yang ia inginkan, ketika hasrat itu datang, bagaimana ketika ia ingin melakukannya; dan, sebelum musik lahir di tubuhnya, orkestra pun menunduk hening dahulu.

Catatan:
Isadora Duncan (27 Mei 1878-14 September 1927) adalah seorang penari dari Amerika Serikat. Dia dianggap sebagai Ibu Tari modern. Meskipun tidak pernah menjadi sangat terkenal di Amerika Serikat, dia tampil di seluruh Eropa dan pindah ke Paris, Perancis pada tahun 1900. Pada tahun 1922 dia menikah dengan seorang penyair dari Rusia, Sergei Yesenin yang 17 tahun lebih muda daripadanya. Dia menulis sebuah autobiografi, Ma Vie, dan kisah hidupnya difilmkan dengan judul Isadora pada tahun 1968 (diolah sekadarnya dari sini).
Sementara Colon Theater adalah salah satu opera house yang terkenal di dunia. Gedung yang berada di Buenos Aires itu mulai dibuka sejak tahun 1908.

   0 comments

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments